27 Desember 2014

Home » » Peralatan Shooting Film Indie Yang Baik

Peralatan Shooting Film Indie Yang Baik

Oleh: Naufal Fauzy, 27 Desember 2014, 3 komentar

Bicara soal peralatan film, apalagi peralatan film indie, saya menyimak di Raindance Toronto. Sebelum menyebutkan peralatan syuting film yang baik, author Mikaela Cumbers sempat berdiskusi terlebih dahulu dengan temannya. Setelah dia selesai berdiskusi, lalu dia menyampaikan list peralatan film nya. Ia juga mengatakan peralatan film ini bisa untuk shooting film indie maupun layar lebar biasa. Langsung saja, berikut list peralatan
pembuatan film yang dia maksud:

1.Peralatan Kamera

Soal kamera untuk para movie maker indie terkadang lupa bahwa cara terbaik dalam membuat film bukan tentang menghabiskan banyak uang demi peralatan, atau selalu membuat film terlihat mahal (padahal ini tu mudah dilakukan). Yang harus diperhatikan adalah apa gambarnya terlihat seperti movie di bioskop ? Untuk itu, kamera peralatan film yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut:

1).Canon Powershot Series (Agak murah)
Sederhana, tapi ketika dipakai untuk syuting, kamera ini punya kemampuan perekaman yang hebat. Buktinya, karya dokumenter ‘CATFISH’( 2010) difilmkan menggunakan Canon PowerShot TX1. Cek  ‘CATFISH’ di sini.

2).DSLR: NikonD90 atau Canon 550 / 600D (Medium)
Sedikit agak mahal, tapi fantastis dan serbaguna. Kamera ini memiliki berbagai kemampuan, dan potensi seperti cinematic look yang riil/real. Test di Youtube: Nikon D90, Canon 550, Canon 600D.

3).Panasonic HVX200 (Agak Mahal)
Kamera ini terlihat paling profesional dan Ideal untuk peralatan film low budget karena kelebihannya ada pada kamera HD-nya. SIlahkan cek: Test Footage Panasonic HVX200 (1), Test Footage Panasonic HVX200 (2).
Peralatan Shooting Film Indie Yang Baik

2. Alat perekam suara / Sound Recorder / Mikrofon

Kebanyakan kamera memiliki perekam sendiri yang dibuilt-in di dalamnya (menyatu), dan banyak juga yang ingin perekamnya terpisah. Jika anda benar-benar ingin dipisah untuk produksi anda. Ada dua perekam suara yang terjangkau di pasaran yang telah di uji coba dan direkomendasikan untuk para movie maker indie dalam memilih peralatan film sound recorder, yaitu: Zoom H1 Recorder (agak murah) dan Zoom H4N (agak mahal)

Perekam ini sangat berguna. Memberikan kualitas suara yang tinggi, stereo recording dan fungsi yang benar-benar mudah digunakan. Anda tidak akan salah pilih dari kedua perekam ini. Anda bisa test di link berikut:

Zoom H1 Recorder - Test & Review di sini
Zoom H4N - Test Disini

3. Slider / Glidecam

Kebanyakan para movie maker indie, gerakan kameranya tidak terlihat mahal, rapi dll. Nah, solusinya adalah slider atau glidecam yang akan menjadikan karya anda profesional, rapi dan terlihat mahal. Slider dan glidecam sebenarnya berbeda tapi agak mirip, anda pilih salah satu saja tidak harus ke-dua-duanya. Silahkan cek melalui video berikut:

Glidecam HD2000 - Test Video
Konova Slider Dolly K2 100cm - Test Video

4. Jib / Crane

Ini merupakan peralatan produksi yang bagus agar karya anda terlihat profesional. Ini tidak diharuskan, namun ini bisa membuat praktek yang baik dalam hal memperkaya teknik sinematik dan seni-nya. Jika anda mau beli, ada jenis ProAM DVC, namun ada juga versi dan merek terbaru lainnya. Tapi jika anda tak mau beli, anda bisa membuatnya sendiri kok, dan tutorialnya banyak di Youtube salah satunya ini.

5. Do’a dan dukungan dari teman dan keluarga.

Dengan kata lain, kru anda. Bisa saja sih produksi sendirian, tetapi bakal memakan waktu dua kali lipat, kemungkinan menyebabkan anda stres, berpotensi produksi filmnya ditinggalkan dan tak pernah selesai. Maka dari itu, kumpulkan teman-teman anda dan keluarga, bentuk sebuah kru dan buatlah indie movie bersama-sama.

Sekian posting peralatan shooting film ini, semoga bermanfaat. Salam film indie Indonesia.

Sumber:
Mikaela Cumbers.2013.Filmmaking Career, Filmmaking Tips, In Our Opinion, Indie Tips, Lo-To-No Budget Tips.Raindance.org,Canada.

3 Komentar

avatar

Aplikasi untuk video editor yg bagus apa saja? Mogon bantuannya

avatar

Adobe Premier Pro : Berat, butuh spek PC yg tinggi. Profesional.
Corel Video Studio : Tidak terlalu rumit seperti Premier Pro, cocok untuk pemula. Agak berat.
Sony Vegas Pro : Ringan dijalankan, ukuran filenya cuma 300 mb-an (Yg lain rata2 1GB)

Kalo saya pake vegas pro, karena ringan tapi cukup profesional. untuk efek2nya pake plugin pihak ketiga. Plugin nya banyak gak kalah ama Premier Pro.