30 November 2014

Home » » Enaknya Jadi Koruptor Di Indonesia

Enaknya Jadi Koruptor Di Indonesia

Oleh: Naufal Fauzy, 30 November 2014, 0 komentar

Enaknya Jadi Koruptor Di Indonesia
Asal agan-agan tau aja, semua kerugian yang dihasilkan para koruptor yang katanya hingga kini mencapai 168 trilyun lebih, ketika kasusnya dituntaskan uang itu tidak kembali sepenuhnya. Malahan uang yang dikembalikan itu tidak sampai 10 persennya. GILA kan ?

Terus uang yang lainnya pada kemana ?

Rame-rame orang membicarakan subsidi dari pemerintah untuk warga yang tak mampu. Banyak banged, seperti subsidi via BBM yang tidak tepat sasaran lah, itu lah, ini lah, hingga
menyebabkan harga BBM naek lagi.

Lucunya, sebenarnya kita sebagai warga juga harus sadar bahwa subsidi BUKAN HANYA ada dari pemerintah kita kepada masyarakatnya saja, tetapi juga ada SUBSIDI DARI MASYARAKAT KEPADA PARA KORUPTORNYA. Dahsyat !

Kalo diliat-liat di tipi/TV, tentang kunjungan sel penjara para koruptor, ternyata ruangan penjara mereka lebih bagus ketimbang kos-kosan mahasiswa (termasuk ane). Ini diakui sebagai keprihatinan yang luar biasa, karena mereka tidak dihukum sungguh-sungguh secara sistemik dan maksimal proporsional.

Ketika para terpidana korupsi menerima remisi, sebenarnya itu juga ikut melukai rasa keadilan masyarakat. Mantap ! Karena kalo bicara kerugian, dulu aja waktu Nazarudin dikejar-kejar ampe ditangkap, itu menghabiskan dana APBN ampe 5 Milyar. Gila ! Cuma untuk ngejar-ngejar doang bray !

OK, terkait permasalahan ini, berikut ane sajikan kutipan dari Najwa Shihab yang mungkin bisa menginspirasi agan-agan semua.

“UNTUK SEBUAH KEJAHATAN LUAR BIASA, KORUPSI DITANGANI DENGAN SANGAT BIASA-BIASA.

PENJARANYA TAK MEMBUAT EFEK JERA, HUKUMAN FINANSIALNYA CUMA ALAKADARNYA.

PIDANA KORUPTOR UMUMNYA RINGAN SAJA

RATA-RATA KURANG DARI LIMA TAHUN PENJARA.

DALAM KONDISI DARURAT KORUPSI, PEJABAT NEGARA TETAP MENCURI SILIH BERGANTI.

SEBANYAK KORUPTOR MASUK PENJARA, SEBANYAK ITU PULA REGENERASINYA MENGGARONG NEGARA.

SELAMA INI RAGA KORUPTOR TERPENJARA, TAPI BISNIS DAN HIDUP SOSIALNYA LANCAR JAYA.

ADA YANG SALAH PADA SISTEM HUKUM KITA, TERUTAMA BOBOT HUKUMAN DAN EFEK JERA.

STRUKTUR KEKUASAAN WAJIB DIBENAHI, MENUTUP JALAN BAGI BUDAYA KORUPSI.

TIDAK CUKUP IKHTIAR KPK, HARUS ADA PERLAWANAN SOSIAL MENYIKSA PELAKUNYA.

JIKA KORUPSI DEMIKIAN MENGGURITA, ITU KARENA NEGARA DAN WARGANYA MEMBIARKANNYA MERAJALELA”.

Mantap !

Via:
Mata Najwa: Enaknya jadi koruptor.